Saat Umur Berapakah Anda pertama kali khatam membaca Al Qur'an?

Profil Pembina

videografi Ustadz Yudi Imana


Breaking News

Tahsin sebagai tahapan dakwah 03

sambungan lagi...

Pengalaman kami berguru kepada Ustadz Yudi, dengan mendatangkan beliau pada acara launching cukup pahit. Peserta jauh dari target, padahal snack sudah dipesan, belum akomodasi dan lain-lain. Diacara launching tersebut kami tombok beberapa juta, dan harus kami angsur selama banyak bulan. Dari segi peserta kami kecewa karena jumlahnya sedikit. Dari segi pembiayaan kami kocar-kacir. Alhamdulillahnya, acara berlangsung lancar, dan kami luncurkan “Gerakan Jogja Mengaji Alquran Setiap Hari” sebagai tanda berdirinya Baitul Quran Jogja. 8 Mei 2010.
Berbekal pengalaman mahal tersebut, kami upayakan “menjual” Ust. Yudi di jogja. Supaya Beliau bisa sering ke Jogja dalam rangka mengisi acara tertentu, dan kami bisa menyisipkan agenda untuk transfer ilmu kepada ustadz-ustadzah. Strategi ini cukup berhasil, sejak dilaunching kami sering “mengundangkan” ustadz Yudi untuk “manggung” di Jogja. Dan selama beliau di jogja, kami undang ustadz-uztadzah untuk berguru langsung kepada Beliau. Dalam setahun, setidaknya 2 kali ustadz yudi ke jogja, pernah sampai lebih dari 4 kali. Baru pada 23-24 Agustus 2014 lalu, kami berhasil sowan ke bandung, untuk “melanyahkan” secara intensif kapasitas dan kapabilitas ustadz-ustadzah baitul quran jogja lintas angkatan dalam mengajar tahsin.
Sejak berdiri hingga sekarang, Baitul Quran Jogja masih berkutat pada permasalahan tahsin mengingat masih begitu banyaknya yang belum bisa membaca alquran atau bacaan alqurannya masih terbata-bata, atau lancar tanpa tajwid. Kami  berharap dengan “gerakan mengaji alquran setiap hari”, kemudian mampu memotivasi / mendorong semakin banyak umat islam yang menghiasi kembali rumahnya masing-masing dengan bacaan alquran. Melalui media radio, kami selalu bisa menyapa sahabat quran di rumah, bila ditahun-tahun awal kami bekerjasama dengan radio PTDI KOTA PERAK 94,6 FM, setahun terakhir kami mengisi acara “maghrib-mengaji MQFM JOGJA 92,3 FM setiap hari Kamis, Jumat, Sabtu & Ahad. Alhamdulillah, bila selama beberapa tahun sejak berdiri kami berpindah-pindah kantor, dan lebih banyak melakukan jemput bola, maka mulai tahun ini, insyaAllah, kami mendapatkan beberapa tempat sekaligus untuk melayani sahabat quran—sebutan bagi santri funtahsin. Setidaknya ada 5 titik layanan yang dapat di akses sahabat quran sebagai berikut.

  • 1.       Kantor Baitul Quran Jogja, Ngemplak Nganti-Jombor, Sendangadi, Mlati Sleman. (depan UTY, belakang Centris Taxi). Cp. 7022224/ 0856 438 555 97
  • 2.       Markaz Baitul Quran Jogja, Bedingin Sumberadi Mlati Sleman (Rumah Kang Wawan). Telp. 7151693 / 081572101134/ 081229821778
  • 3.       Rumah Quran AL Ikhlas, Munengan, Sidoluhur, Godean, Sleman. CP. 0856 2978 739 / 0856 298 4417
  • 4.       Kampung Quran Gatak Baitul-Iman. Sekretariat. Rmh Ust. Galih. Kav. 4 Perum PKPU Gatak, Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Cp. 0878 3926 5560/ 0813 937 000 47   
  • 5.       Rumah Tahfizh Raudhatul ‘Ilmi, Ngrajek Ngemplak, Tirtoadi, Mlati, Sleman. CP. 081585818901
  • 6.       Segera menyusul beberapa rumah quran yang sedang persiapan untuk dilaunching, insyaAllah

Dengan segala kemudahan yang telah semakin berlimpah tersebut, sejatinya ruh dari tahsin sebagai periode awal pentahapan dakwah alquran adalah lebih dari sekadar membaguskan, memperbaiki bacaan alquran. Tahsin bagi kami khususnya dan baitul quran jogja pada umumnya, adalah juga menuntut bukti terjadinya proses pembelajaran berkesinambungan dalam pembagusan, pembaikan, serta pemuliaan akhlak dari setiap individu yang bergabung dalam lingkup baitul quran jogja. Maka, tidak saja bacaan alquran yang menjadi tartil, tetapi juga akhlak pembacanya menjadi kariim. Mengikut sabda Nabi saw: “tidaklah aku diutus kecuali untuk membaguskan/memuliakan akhlak.”
Bila dalam pembelajaran funtahsin dilaksanakan secara bertahap, mulai dari al jauf, al khaisyum, al halqu, al lisaan, asy syafatain, kemudian dilanjutkan shifatul huruf dan yang lainnya. Dalam proses perbaikan “TAJWID” perilaku keseharian pun hendaknya demikian.
Semoga!   
Bedingin, 16/9/2014.WPH
Designed By VungTauZ.Com