Saat Umur Berapakah Anda pertama kali khatam membaca Al Qur'an?

Profil Pembina

videografi Ustadz Yudi Imana


Breaking News

Aku Telah Memilih-Nya

            Pohon anggur itu begitu lebat dan begitu sedap dipandang mata. Buahnya yang ranum bergelantungan penuh memikat mata memandang. Seluas 1 hektar lebih kebun itu hijau dengan daunnya yang rimbun yang melilit di batang bambu berwarna kecoklatan. Siapapun ingin mendekatinya. Memetiknya. Siapakah gerangan pemiliknya??

Selangkah demi selangkah ku tapaki pohon anggur itu, menuju sebuah gubug yang nampak sederhana di kejauhan sana. Aku berniat membeli panennya cukup 1/2 kilo saja untuk menghilangkan rasa keinginanku. Menuju gubug sederhana itu, mataku tak henti memandang buahnya yang begitu memikat..bibirku tersenyum, mulutku mengunyah tanpa makanan didalamnya, langkahku semakin ku percepat agar segera sampai di tujuan.

Akhirnya aku tiba di gubug sederhana itu. pemiliknya sedang sholat dhuha saat ku ucapkan salam di depan gubugnya, ia menjawab dengan takbirnya. Hatiku berdecak alangkah beruntungnya engkau wahai pemilik kebun, kebun anggurmu luas dan buahnya begitu banyak sedang engkau pun begitu taat pada-Nya. Aku pun semakin penasaran siapakah orang sholeh pemilik kebun ini??

Ia bernama Fadli orang sholeh yang tak pernah lalai sholatnya. Yang tak pernah lupa menyedekahkan hartanya. Yang selalu berdakwah dengan segala kemampuannya. Aku beruntung bisa mengenalnya. Satu nasihat yang ia berikan padaku saat ku minta nasihat padanya. Ia bacakan surat at-Taubah ayat 24 yang maknanya :

“Katakanlah, “jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang fasik”.

Akupun pergi dengan sekantung buah anggur yang diberikan olehnya, dan satu ayat nasihat yang begitu indah. Bekal ku untuk membuka usaha di esok hari.

Alhamdulillah, aku telah Launching usaha internet kafe. Aku berusaha memegang satu nasihat dari pak Fadhli lelaki sholeh itu. Di awal usaha ku berjalan baik. Dan ku berniat silaturrahim kembali ke gubug pak fadhli yang sederhana itu, untuk mengabarkan, kalau aku sudah membuka usaha.

Alangkah terkejutnya aku. Saat ku tahu pemilik kebun itu bukan lagi milik pak Fadhli. “beliau menginfak kan seluruh kebun anggurnya untuk ummat ini” terperanjat takjub saat ku dengar beliau menginfakkan kebunnya yang luas ini. Namun aku lebih dikagetkan lagi saat ku tahu pak Fadhli menginfakkan kebunnya, hanya gara-gara yang menurutku sepele “beliau terbuai dengan panennya, sampai beliau tertinggal berjama’ah shubuh di masjid”

Aku, hari ini dzuhur ku tak tepat waktu, ashar ku pun begitu, tak usah ditanya bagaimana dengan amalan yaumiyah yang lain. Jika sholat kurang diperhatikan, maka amal-amal yang lain akan lebih “di anak tirikan”

Aku coba bertahan, dan sejenak lupa dengan nasihat dan sosok lelaki sholeh pak Fadli. Namun akhirnya kesadaran membangunkanku, bahwa ternyata semakin hari ku semakin jauh dengan-Nya.


Harta yang ku kumpulkan mati-matian ini seperti hilang berkah-Nya, sampai akhirnya Allah memberikan keputusan-Nya. Usahaku gulung tikar!! Namun iman ku jauh lebih jatuh daripada bisnis ku. Inilah ‘kiamat’ hidupku saat imanku tercabik-cabik oleh kepalsuan. Babak belur oleh bisikan syetan. Aku pun berbisik…”ya Allah adakah ampunan bagiku?”

Aku sadar telah banyak kelalaian, aku sadar tak ada lagi tilawah selepas maghrib dan selepas sholat-sholat fardhu lainnya. Aku sadar aku telah durhaka!! Aku sadar aku telah berdosa besar. Duhai Allah bukakanlah untuk ku pintu taubat-Mu..

Aku putuskan untuk tutup usahaku, alasan utamaku satu, usahaku ini semakin membuat jarak yang semakin jauh aku dengan-Nya. Jika pak Fadhli hanya lalai dalam sholat shubuhnya dan memutuskan menginfakkan kebun anggur miliknya, harusnya aku lebih pantas melakukan apa yang seperti pak Fadhli lakukan.

Tentu resiko terbesar adalah tertutupnya keran rizki dari usahaku ini. Serta hutang usaha yang membludak. Sementara anak istri tetap harus dinafkahi. Di kedua matanya, kulihat ada keresahan yang mendalam, duhai istriku, maafkan suamimu yang sedang tak berdaya.

Aku bingung harus bagaimana lagi, aku tak tahu harus melangkah kemana. Kekayaan Allah yang meliputi langit dan bumi, seolah tak ada bagian untuk ku. Aku lunglai dalam keputus asaan, Apakah Allah hendak menyia-nyiakan ku dan keluarga ku??

Kaki ku melangkah gontai…
Menyibak ilalang keraguan…
Menerjang hutan rimba ke putus asaan..

Sampai di ujung langkah kuterpesona…
Pada melata yang sedang asik menikmati makannya di pagi hari
Pada sekelompok semut yang sedang bergotong royong meraup rizki
Aku pun tersenyum…
Tuhanku tak akan menyia-nyiakan aku dan keluargaku…
Bismillah…

Semangatku kembali hadir dalam hiduku, Allah masih menyayangiku, di sholat malamku menjelang shubuh, ku berdo’a “ya Allah dengan kuasa-Mu bahagiakan keluargaku, anak dan istriku. Berikan kekuatan pada ku untuk dapat melalui ujian-Mu. Aku yakin Engkau Maha Tahu yang terbaik untuk ku, limpahkan rizki-Mu padaku, yang pada binatang melata pun Engkau telah menjamin rizkinya. bebaskan aku dari lilitan hutang ini ya Allah dan jadikanlah aku hamba-Mu yang pandai bersyukur..amin”

Adzan shubuh berkumandang bergegas tak ingin kehilangan kesempatan sholat berjama’ah yang disaksikan langsung oleh para malaikat-Nya. Suara imam indah terlantun menggetarkan, hatiku merintih, menghantam tanggul mataku, membanjiri ke dua pipiku. 


Tersedu ku menangis, ya Allah alangkah indahnya hidup dekat dengan-Mu. Dan saat ‘asmara’ shubuh itu selesai, aku dikagetkan, dengan seseorang yang tersenyum padaku. Dialah imam yang bersuara indah melantunkan asma-Nya. 

Dialah pak Fadhli, Pemilik kebun anggur, yang menginfakkan seluruh kebunnya karena terlambat berjama’ah sholat shubuh. Subhanallah..aku memeluknya. Allah perkenankan aku bertemu dengannya kembali pada waktu dan tempat yang begitu syahdu.



Penulis : Abdurrahman
Sumber : Islamedia
Designed By VungTauZ.Com