Saat Umur Berapakah Anda pertama kali khatam membaca Al Qur'an?

Profil Pembina

videografi Ustadz Yudi Imana


Breaking News

Membangun Pondasi Komunitas: Target tahun 2013 sebanyak 500 sekolah


Dimulai dari sebuah niat untuk mengajarkan membaca dan memahami kitab Qur’an dengan serius, Gerakan Jogja Mengaji, Baitul Quran akhirnya mempu membangun komunitas dan jaringan luas. Sedikitnya ratusan lembaga dan organisasi serta kelompok-kelompok pengajian telah menjadi bagian dari FunTahsin.
Sebagai bentuk keseriusannya, Baitul Qurann Jogja juga telah membangun komunitas baik melalui komunitas FunTahsin. Alumni-alumni FunTahsin nantinya akan diarahkan menjadi kader-kader dakwah yang dibekali dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, sehingga pada gilirannya melalui FunTahsin serta dukungan semua pihak, Gerakan Jogja Mengaji Al Quran setiap hari terlaksana.
Sejak itu bergulirlah Gerakan Jogja Mengaji Al Quran setiap hari seantero Jogja. Tim Baitu Quran Jogja pun segera menambah barisan instruktur. Dari dua orang saja, kemudian menjadi sepuluh orang. Sosialisasi dari gerakan ini pun berlanjut.
Mulai dari sekolah menengah atau yang sederajat, kampus, korporasi hingga pondok. Dalam waktu singkat, atau belum genap setahun saja sudah hamper lima instansi atau lembaga yang mendukung Gerakan Jogja Mengaji Al Quran setiap hari.
Dalam rangka memudahkan penyebaran metode ‘Asyarah sebagai metode yang menyenangkan dalam mengajar alQuran maka tim Baitul Quran Jogja mengajukan nama metode tersebut dengan metode FunTahsin. Alasannya, istilah tersebut lebih mudah diucapkan dan member kesan yang unik bagi pendengarya. Ternyata alas an tersebut diterima dan disetujui oleh Ust Yudi Imana selaku penyusun metode ‘asyarah. Selanjutnya Baitul Quran Jogja mengenalkannya sebagai metode FunTahsin.
Salah satu Pembina Baitul Quran Jogja, Kang Wawan mengemukakan, secara kronologis FunTahsin dimulai dari proses panjang. Sebelumnya Ust Yudi Imana pendiri dan pembina Baitul Quran Jogja telah menyusun metode ‘asyarah di Bandung.  “Melalui metode ‘asyarah ini, seseorang yang belum bias membaca Al Quran selama sepuluh pertemuan insyaAllah sudah bias membaca Al Quran. Dengan catatan konsisten dan sungguh-sungguh,” ujang Kang Wawan.
FunTahsin selain sebagai sebuah metode belajar juga menjadi ikon Gerakan Jogaja Mengaji Setiap Hari yang terus disosialisasikan oleh Baitul Quran Jogja. Ditargetkan sampai tahun 2013 paling tidak 500 sekolah menengah pertama dan atas akan merasakan nagji itu asik bersama FunTahsin.
Hal tersebut didasarkan pada keprihatinan terhadap kondisi remaja di Inodesia umumnya dan Yogyakarta khususnya. Para remaja senantiasa menjadi sasaran empuk peredaran narkotika dan obat-obat terlarang. Selain itu, untuk membentengi pergaulan bebas serta pornografi dan pornoaksi.
Melalui Gerakan Jogja Mengaji Setiap Hari ini diharapkan para remaja akan lebih sibuk dengan aktifitas spiritual yang posistif sehingga terbentengi dari sejumlah penyakit masyarakat.
Dalam menjalankan dakwahnya, FunTahsin Baitul Quran Jogja melakukan berbagai terobosan dakwah yaitu dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi dan misi yang senada.

PunkTahsin

Tim FunTahsin juga sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan pihak manapun dalam rangka mengawal dan mensukseskan Gearakan Jogja Mengaji Setiap Hari bersama Baitul Quran Jogja.
Yang ini Funtahsin


Designed By VungTauZ.Com